Sabtu, 11 Juli 2009

Selasa, 09 Juni 2009

Selasa, 26 Mei 2009

Gondang Borogong

Sabtu, 23 Mei 2009

Jumat, 08 Mei 2009

Sabtu, 02 Mei 2009

PLN dan PLT ( Pakai Lampu Togok)

Namanya "Lampu Togok".Darimana asalnya disebut "togok" Entahlah.Mungkin saja sama dengan tegap yang dalam bahasa Pasirpengarayan disebut "togok". Jadi "lampu tegap" alias lampu yang berdiri tegap (kira-kira begitulah). Lampu ini asapnya hitam, jika masuk kelubang "idong", Lubang "idong"pun jadi hitam. Lampu jenis ini seharusnya sudah digolongkan sebagai barang antik karena sudah dipakai sejak zaman nenek moyang ( makan kluwang ) dulu.

Dizaman serba moderen ini hampir tidak ditemui lagi damar, "lampu togok", "lampu semprong" dan "lampu strongking" . digantikan dengan "listrik". Pada masyarakat yang sudah maju kebutuhan akan listrik merupakan kebutuhan yang vital. Moderenisasi dan pembangunan mustahil tanpa listrik!!.
Lantas kenapa "lampu togok" di Pasirpengarayan belum dikatagorikan sebagai barang antik ? Ya. karena sampai sekarang masih diperlukan. masih berdiri"togok" seakan tak mau kalah dengan listrik PLN yang cahayanya lembut, sayu. sendu, hidup segan matipun kadang-kadang mau. Jangan kata penerangan jalan, penerangan di rumahpun hampir seperti cahaya rembulan. membuat suasana dirumah semakin romantis.

Jika sudah demikian halnya. Jangan terlalu berharap roda perekonomian akan tumbuh dan berkembang cepat. Investor mana yang mau menanamkan modalnya ?, Entahlah................

Sepuluh tahun sudah berkah otonomi daerah mengalir ke Pasirpengarayan. bukan saja anggaran yang lumayan besar, tapi kesempatan untuk merencanakan sendiri, mengelola sendiri terbuka lebar. Kenapa kebutuhan yang sangat vital ini tidak diprioritaskan ?.
Nampaknya "lampu togok", "lampung semprong " dan "lampu strongking" di Pasirpengarayan, belum mau dipensiunkan.( nak di apokan )



Senin, 27 April 2009

" ITAK "

Jangan samakan itak dengan kelamai, bukan pula sama dengan dodol. Itak ya itak. Jenis makanan tradisi Pasirpengarayan yang dihidangkan dihari raya idul fitri. Dulu itak hidangan wajib setiap rumah penduduk , tidak peduli status dan jabatan. Itak bukan hanya sekedar panganan. Itak melambangkan sifat gotong royong dan toleransi antar penduduk.
Membuat itak bukan gampang, perlu kerjasama, mulai memarut kelapa, memeras santan , mengaduk (mengacau) didalam kuali besar (kancah) perlu empat orang , apipun harus dijaga, proses dimulai sesudah sahur, selesainya baru mendekati waktu berbuka.
Coba siapa yang sanggup mengerjakan sendiri, apalagi dalam kondisi sedang berpuasa. Konon nama “itak” berasal dari kata lapar yang didalam bahasa Pasipengarayan disebut dengan “litak”. Sehingga nama makanan yang merepotkan ini disebut “Itak”
Pembuatan itak digilir sesuai jadwal yang disepakati diantara tetangga, untuk kaum bapak kebagian tugas memasang tenda (dagau), memeras kelapa, membuat tungku, mengaduk (mengacau)., dan membangkit. Sedangkan ibu-ibu memarut (mengukuo) , menjaga api, dan memasukkan itak kedalam “upieh”
Itak memang makanan yang unik , sudahlah dibuat berlitak-litak, waktu hari raya itak hampir-hampir tak disentuh tamu, alias kurang laku. Itak dibiarkan saja disimpan sampai mengeras dan berjamur (beramam). Nah kalau sudah mengeras dan berjamur itak mulai naik pamor, paling disukai, dicari-cari , bahkan kadang-kadang sering disembunyikan karena takut nak berbagi.
Sekarang itak sudah masuk museum, waktu ” popaja potang” menunggu mengacau itak merupakan kenangan masa lalu, berebut “cirik minyak” dan “korak itakpun” tak akan pernah terulang lagi..Entah disebabkan apa dulu hobiku memang makan “korak”, korak itak, korak nasi, korak kue sopik, untong korak hidong tak kumakan.

Kamis, 09 April 2009

Ibadah Haji

Selasa, 07 April 2009

Para Hulubalang Mohd.Lawa



Rumah Tua di Luba Pasirpengarayan



Sekapur Sirih

Assalammualaikum WW

Ketika ide membuat blog ini muncul, yang pertama terpikir adalah "Apa yang harus saya lakukan , untuk apa saya lakukan dan kepada siapa kelakuan ini saya sampaikan" dan bagian paling sulit adalah kebiasaan saya sejak sekolah dasar paling malas menulis, pada hal tulisan tangan saya bukannya jelek sangat, paling tidak tulisan tersebut saya sendiri bisa baca.
Yang sangat merepotkan kebiasaan saya hobby menghayal. paling tidak ada tiga kali sehari waktu itu dihabiskan untuk menghayal, dua kali sebelum mandi dan sekali sebelum tidur. Nah kadang-kadang dalam menghayal itulah muncul ide. Ide macam-macamlah ada ide ngawur, ide setengah ngawur, dan ada juga ide yang serius. Ide serius ini yang jadi persoalan mau diapakan. Didiamkan malah semakin serius,disalurkan, kemana harus disalurkan, saluran formal sering tersumbat saluran umum sering macet. Nah blog ini barangkali cocok karena tidak ada aturan formal seperti tata bahasa, tata letak,tata warna kecuali tata krama, tata busana dsb.Jujur saja seumur-umur saya tak pernah belajar komputer baik dikelas formal, maupun non formal, blog inipun saya buat dengan dipandu buku pedoman, pernah memang minta tolong buatkan sama kolega, adik, bahkan anak sendiri tapi ditunggu-tunggu tak jadi-jadi.
Lewat blog ini diharapkan komunikasi antar sesama dapat terbina, berbagi informasi, berbagi cerita, dan apa saja yang pantas untuk diinformasikan. dan sebelumnya yang perlu dipahami , bahwa saya bukan pandai sangat, tapi suka sekali memandai-mandai, hidung memang tak mancung, tapi bibir yang suka mencorong,kalau nak ditambah monyongnya, mari bergabung.!!?
Tanjungpinang, 8 April 2009